Wednesday, May 1, 2013

Naskah pidato menyambut hari kebangkitan nasional

Naskah pidato menyambut hari kebangkitan nasional

Assalamu alaikum. wr. wb

Kepada Yang Terhormat bapak kepala sekolah SMP Negeri 1 Bangil ,serta guru – guru yang saya hormati tak lupa serta seluruh teman – teman dan adik-adik kelas yang saya sayangi dan kami banggakan.


Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena hanya atas berkat rahmat dan karunia-Nya kita semua dapat berkumpul di lapangan ini dalam keadaan sehat.

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang “Hari Kebangkitan Nasional” yang jatuh pada tanggal 20 Mei.

Bangsa kita mulai bangkit dari penderitaan panjang dibawah kekuasaan penjajah, pada tanggal 20 Mei 1908. Seratus tahun yang lalu, pemimpin-pemimpin bangsa ini membakar semangat seluruh bangsa Indonesia untuk bangkit melawan penjajah. Peristiwa ini ditandai dengan berdirinya organisasi pemuda yang menumbuhkan semangat nasionalisme yaitu “Budi Utomo” yang diketuai oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodo di gedung Stovia.

Para Hadirin Sekalian
Hari ini, setelah 100 tahun peristiwa itu terjadi, dan kita sekarang dapat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan. Bagaimana kita memaknai “kebangkitan nasional” ini? seharusnya kita bangkit untuk membangun semangat nasionalisme agar menjadi bangsa yang maju, bangsa yangg berprestasi. Kita juga harus bangkit dengan tidak mengenal kata menyerah untuk bersatu membangun bangsa dan tanah air.

Dengan semangat kebangkitan nasional ini, marilah kita bahu membahu dan bersatu untuk belajar, bekerja dan bekerja demi kemajuan dan martabat bangsa.

Salah satu hal yang bisa menumbuhkan rasa kebangsaan adalah Kebangkitan Nasional, bangkit dari suatu keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari ketidakadilan, bangkit dari kemiskinan dan kebodohan. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesaia (NKRI) seharusnya Pemerintah memberikan perlakuan yang sama terhadap rakyatnya dari Sabang sampai Marauke, bila rakyat di satu wilayah sejahtera maka selayaknya rakyat di wilayah lainnya sejahtera agar asas Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Dalam sebuah Peristiwa Kebangkitan Nasional maka dapat diambil kesimpulan bahwa Hari Kebangkitan Nasional adalah hari lahirnya semangat kebangsaan dan kesatuan Indonesia, dimaknai sebagai awareness bangsa yang harus terus berbenah dan memperbaiki diri. Lebih dari itu, ada aktualisasi pergerakan yang lebih berarti guna untuk mengangkat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Sebagai bangsa yang berdaulat, kita haruslah bisa memberikan kemajuan yang lebih baik dan menunjukkannya kepada bangsa lain. Dengan begitu, barulah kita bisa menjadi bangsa yang memiliki harkat dan martabat. Semoga, momentum Kebangkitan Nasional di tahun ini dapat menjadi pemicu semangat kita untuk berubah menjadi lebih baik dari masa lalu. Saya berharap penjelasan tadi dapat memperkuat semangat kesatuan kita sehingga bangsa kita bisa menjadi lebih baik.

Sekian yang dapat saya sampaikan kali ini mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kita semua, ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf.

Wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pidato perpisahan sekolah SMP

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Selamat pagi dan salam sejahtera
Yang terhormat Ibu KEPALA SEKOLAH SMPN 1 Porong serta Bapak dan ibu guru SMPN 1 Porong yang kami homati. Tak lupa pula kepada Bapak dan Ibu orang tua siswa SMPN 1 Porong yang berbahagia dan Kepada seluruh teman-teman dan adik-adik kelas yang kami cintai.

Alhamdulillah wasyukurillah, kami panjatkan rasa syukur kehadirot Allah Subhanahu wa Ta’ala karena pada kesempatan ini kami bisa berdiri dihadapan Bapak dan Ibu sekalian dan merupakan suatu kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk mengucapkan Pemohonan maaf yang tidak terhingga jika ada kesalahan selama kami belajar di SMPN 1 Porong.

Pada acara Perpisahan kelas 9 SMPN 1 Porong tahun ajaran 2012-2013 ini, Kami , mewakili teman-teman kelas 9 SMPN 1 Porong menyadari jika selama kami menjadi siswa di SMPN 1 Porong ini membuat Bapak dan Ibu guru kesal, marah dan kecewa terhadap prilaku kami baik sengaja ataupun tidak sengaja, dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf yang tidak terbatas, dan kami sangat berharap dengan segala ketulusan hati agar kiranya bapak dan Ibu Guru SMPN 1 Porong bekenan memberikan maaf pada kami.

Pada kesempatan ini pula kami selaku wakil dari teman-teman kami kelas 9 SMPN 1 Porong juga memohon maaf pada bapak ibu, ayah bunda kami, atas kesalahan kami baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja serta mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu guru dan juga ayah bunda yang telah mendidik dan menjaga kami sehingga kami menjadi siswa yang disiplin dan berprestasi.

Buat teman-temanku sekalian dan adik-adik kelasku tercinta, selama 3 tahun lamanya kita bersama, tentu saja ada rasa suka maupun duka sering kita rasakan. Semua itu tentu saja tidak akan terlupakan begitu saja dan akan menjadi kenangan selamanya. Walaupun rasanya hati ini terasa berat, namun pada acara perpisahan ini tak ada kata lain yang bisa kami ucapkan selain Kata “Selamat Berpisah” dan selamat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Raga Boleh berpisah Namun Jiwa kita tetap akan selalu bersama.

Semoga perpisahan ini menjadi kenangan indah selamanya, Sekali lagi Kepada Bapak Kepala Sekolah SMPN 1 Porong Serta Bapak Dan Ibu guru yang sangat kami hormati , kami mengucapkan selamat berpisah, Do’a dan Restu Bapak dan Ibu sangat kami harapkan untuk kami terus maju meraih cita-cita, Semoga SMPN 1 Porong Tetap selalu jaya.
Amin, Allahumma Amin

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Pidato perpisahan sekolah dalam bahasa inggris

This is one example of the school valedictory.
hopefully can be an example for those who need it

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Good day to all.

Principal Mr. I respect, Mr. and Mrs. I respect Teachers, Parents Class ... which I respect, my friends that I love.

First of all, let us praise and gratitude prayed to Allah's presence. because of the grace and guidance we are given his health to come together on this day. Today, we gather today in the context of separation once graduation day celebration Class ... students.

Teachers-Teachers and Friends, I really do not feel time pass so quickly. We have six years of learning and studying at this school. So many lessons and knowledge that we got. All this is very useful for us.

Now, graduation day finally arrived. After six years we have learned much from Mr. and Mrs. Teacher, I'm as representative of my friends Class ... to thank our teachers dear. All the lessons and advice that we get we will always remember.

We also convey an apology for all the mistakes and the mischief we have ever done for us went to school here. We recall all the students who had Dad and Mom taught.

Do not forget our gratitude also goes to our beloved parents who were present on this occasion. Parents who are always giving love and encouragement to us until we are able to graduate and celebrate on this day.

To my friends, all the events we experience in this school, happy, sad, and glad will always remind us of this beloved school. After graduation, we should always be encouraged to remain diligent in learning to achieve your goals.

Finally, I as a representative of my friends Class ... wanted to say goodbye to our beloved school. We will always remember this school. Many of us Thank you.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh lain pidato perpisahan sekolah SMA

Pidato perpisahan sekolah SMA

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah SMA ....
Yang terhormat Bapak/Ibu Dewan Guru beserta staf tata usaha
Yang terhormat Bapak/Ibu wali murid
Serta teman-temanku yang berbahagia

Pada pagi hari ini, tak lupa kita ucapkan puja dan puji kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kasih sayangnya kepada kita semua, sehingga sampai hari ini kita masih tetap bisa melakukan segala bentuk aktifitas dan dapat berkumpul di sini dalam acara Perpisahan Kelas XII tahun ajaran 2012/2013.

Saya di sini mewakili teman-teman menyadari bahwa selama kami menjadi siswa di SMA.... tercinta ini seringkali membuat bapak/ibu guru kesal, kecewa, sedih, maupun marah. Oleh karena itu kami menghaturkan permohonan maaf yang tulus emoga bapak/ibu guru semua sudi kiranya memaafkan semua kesalahan kami baik yang sengaja maupun tidak demi kebaikan kami semua ke depannya.

Saya dan teman-teman, mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak/ibu guru dan juga ayah bunda yang telah mendidik kami menjadi siswa yang disiplin dan berprestasi. Untuk bapak/ibu guru terutamanya, mungkin ucapan terima kasih dari saya dan teman-teman semua tidaklah cukup membayar semua jasa baik anda selama 3 tahun ini, yang tanpa lelah mengajari serta mendidik kami menjadi insan yang semakin mengerti. Sungguh kebaikan bapak/ibu guru hanya mampu dibalas oleh Allah. Jazakumullah khoiron katsiron.

Untuk teman-teman tercinta, selama 3 tahun lamanya kita bersama, tentunya ada rasa suka maupun duka yang datang menghampiri dalam perjalanan kita menuntut ilmu. Mungkin semua itu esok akan menjadi sebuah memori terindah yang akan selalu kita ingat.

Tak lupa kepada adik-adik kami yang masih tajam pemikirannya, untuk ke depan kalian harus lebih berprestasi dari kakak-kakakmu ini, jangan buang waktumu dengan percuma, buatlah sekolah kita menjadi yang terbaik. Buatlah guru-guru serta orang tua kita bangga akan prestasi yang kita torehkan.

Saya ucapkan selamat berpisah, dan selamat melanjuntkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Semoga perpisahan ini menjadi kenangan indah selamanya. Ingatlah tangis tawa kita selama ini, pelangi yang selalu iringi perjalanan mulia ini.

Sukses untuk terus maju dan meraih cita-cita. Semoga SMA......kita tercinta semakin jaya dari masa ke masa.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Pidato perpisahan sekolah dari kakak kelas yang meninggalkan

Pidato perpisahan sekolah dari kakak kelas yang meninggalkan

Marilah pertama-tama selaku insan yang beriman dan bertaqwa, tak henti-hentinya kita mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan YME, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini

Hadirin yang berbahagia…

Ijinkan saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan amanat dalam rangka perpisahan ini. Tidak terasa sudah 3 tahun kita berada disini. Susah, senang, sudah kita alami dan lalui bersama. Dan hari ini adalah puncak yang sebenarnya, kita semua akan berpisah tidak akan ada lagi kebersamaan dan kekompakan yang akan kita temukan di hari esok. Semua cerita indah disini hanya akan menjadi sepenggal kenangan di masa depan. Suatu hari nanti kita pasti akan merindukan masa-masa indah seperti ini.

Hadirin Yang Saya Banggakan…

Tak lupa juga kami sangat berterima kasih mengajarkan kami arti dari sebuah perjuangan, hingga sampai mengantarkan kita pada gerbang ini untuk menuju pada kehidupan yang sebenarnya. Tanpa beliau, kami bukan apa-apa, banyak hal yang diajarkan pada kami, meski terkadang kami merasa lelah, jenuh, bosan, tapi dengan sabarnya mereka membimbing kami. Mudah-mudahan perpisahan ini bisa menambah erat solidaritas kita dan semoga saja perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya.

Hadiran Yang Berbahagia…

Kejarlah cita-citamu teman !! agar dapat meraih kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan disini bisa menjadi ilmu yang insya Allah akan bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama dan yang terpenting berguna bagi diri kita sendiri. Amien. Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf, karena kesalahan adalah milik saya dan kelebihan datangnya dari Tuhan YME.

Pidato perpisahan sekolah dari adik kelas yang ditinggalkan

Pidato perpisahan sekolah dari adik kelas yang ditinggalkan

Marilah pertama-tama selaku insan yang beriman dan bertaqwa, tak henti-hentinya kita mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan YME, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini

Kakak kakak sekalian yang kami sayangi…

Selanjutnya, pada kesempatan ini, ijinkanlah saya mewakili siswa SMA Negeri Kata Ilmu kelas X dan kelas XI untuk menyampaikan kata kata perpisahan, kesan maupun pesan berkenaan dengan berakhirnya kegiatan studi kakak-kakak siswa kelas XII di SMA Negeri Kata Ilmu ini.

Rasanya habis untaian kata yang telah saya siapkan sebelumnya untuk saya sajikan dihadapan kakak-kakak sekalian yang akan meninggalkan kami semua untuk menuju ke tempat atau jenjang pendidikan yang baru. Dan sungguh berat rasanya kami menghadapi perpisahan ini.

Hari-hari berkumpul bersama, bercengkrama yang telah kita lalui selama di Sekolah ini rasanya begitu singkat dan alangkah bahagianya jika seandainya kita senantiasa dapat bergaul, dan bersama dalam kebersamaan untuk menuntut ilmu dalam alamamater yang sama ini, dan tentunya dibawah payung SMA Negeri Kata Ilmu yang kita cintai ini. Namun apalah daya, sebab waktu jualah yang memisahkan kita dan mengharuskan untuk mengakhiri semuanya, sebab tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Akan tetapi perpisahan ini hendaknya kita interpretasikan atau kita pahami dalam arti kata sebagai pisah raga dalam masa saja, namun hati kita tetaplah menyatu untuk selamanya.

Kakak kakak sekalian yang kami cintai…

Tentu tidak pernah bisa kita lupakan, masa – masa selama di sekolah ini yang kita lalui untuk bergaul dengan akrab dengan kakak sekalian, yang sekaligus juga telah banyak memberikan motoivasi, kontribusi dan juga pengalaman-pengalaman yang bermanfaat bagi kami selama dalam kebersamaan tersebut. Karena pada hakekatnya seorang kakak ialah seorang yang tidak ingin merugikan adik-adiknya dan senantiasa memberikan hal-hal yang berguna dan bermanfaat untuk kemajuannya kedepan. Maka dari itulah kami mengucapkan terima kasih itu semua.

Kakak kakak sekalian yang kami banggakan…

Kiranya selama ini didalam pergaulan dan kebersamaan. Kita tidak mampu melepas diri dari rasa salah dan khilaf. Untuk itu maafkanlah kami baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dan atas kekhilafan yang talah diperbuat itu, anggaplah oleh kakak-kakak sekalian hal-hal biasa dalam pergaulan antara kakak dan adiknya. Dan mungkin sebaliknya, jika seandianya terdapat kesalahan kakak terhadap kami, adik-adikmu, semua terlebih dahulu kami maafkan.

Demikanlah yang dapat saya sampaikan, selamat jalan kakak-kakakku tercinta, selamat berpisah…untuk bersua kembali. Semoga Tuhan YME meridhai kita semua…

Makalah Manajemen pariwisata

Makalah Manajemen pariwisata

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik, adapun penyajian dan penjabaran dalam makalah ini akan membahas mengenai ”Manajemen Pariwisata”. Dalam kesempatan ini tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang ada relevansinya dengan penyempurnaan makalah ini sangat penulis harapkan, kritik dan saran sekecil apapun akan penulis perhatikan dan dipertimbangkan guna penyempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini mampu memberikan manfaat dan nilai tambah bagi dosen, mahasiswa/i dan teman–teman sekalian.





Pagaralam,      November 2010



Penulis


DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................  i
Daftar Isi ................................................................................................................  ii
BAB I     PENDAHULUAN
            1.1   Latar Belakang ...................................................................................  1
            1.2   Perumusan Masalah ...........................................................................  2
            1.3   Tujuan Penelitian ................................................................................  2
            1.4   Manfaat Penelitian ..............................................................................  2
            1.5  Sistematika Penulisan ..........................................................................  3
BAB II    LANDASAN TEORI
            2.1   Pengertian Manajemen........................................................................ 4
            2.2.  Pengertian Manajemen Produksi .........................................................  4
            2.3   Pengertian Produktivitas...................................................................... 6
            2.4   Faktor Yang mempengaruhi Produktivitas Kerja .................................  7
            2.5   Sejarah Teh .......................................................................................  8
BAB III   METODE PENELITIAN
3.1  Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................... 11
3.2  Populasi dan Sampel ........................................................................... 11
3.3 Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data ........................................... 11
3.4 Metode Analisis Data ........................................................................... 12
BAB IV PEMBAHASAN
            4.1 Sejarah PTPN VII Kota Pagaralam....................................................... 13
            4.2 Produksi .............................................................................................. 14
            4.3 Proses Pengolahan Teh......................................................................... 14
            4.4 Teknologi Pengolahan Teh .................................................................... 19
BAB V PENUTUP
            5.1 Kesimpulan .......................................................................................... 23
            5.2 Saran.................................................................................................... 23
Daftar Pustaka












BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki obyek-obyek wisata yang sangat menarik telah secara serius memperhatikan perkembangan sektor pariwisata, hal ini ditunjukkan dengan dicanangkannya sektor ini sebagai penghasil devisa utama di tahun 2008 dengan program ”Visit Indonesia 2008”.
Penetapan tahun 2008 sebagai tahun kunjungan wisata mengharuskan sektor ini berbenah diri karena sektor ini sangat diandalkan untuk bisa menyumbang devisa yang sangat berarti bagi negara kita yang sedang mengalami keterpurukan ekonomi ini.
Perkembangan dunia wisata diharapkan akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, hal ini perlu didukung dengan tersedianya fasilitas-fasilitas umum pendukung industri pariwisata, di samping dengan terus memperbaiki outlook dari daya tarik wisata yang ditawarkan.
Upaya pengelolaan obyek-obyek daerah tujuan wisata di berbagai kabupaten atau kota sepertii halnya juga di Kota Pagaralam telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan, hal ini ditunjukan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Hal ini merupakan sinyalmen positif bagi pengembangan daerah kunjungan wisata di sekitar karena hal tersebut juga menunjukkan adanya minat dari calon wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah tujuan wisata.
Kawasan wisata daerah khususnya di Kota Pagaralam sebagai salah satu aset pariwisata perlu diperhatikan mengingat kawasan wisata ini memiliki daya tarik alami yang tidak dimiliki oleh obyek wisata sejenis. Penanganan yang profesional atas aset pariwisata ini juga perlu ditingkatkan terutama perencanaan dan penataan yang berwawasan alam dan budaya.
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas, maka dalam makalah ini penulis tertarik untuk membahas masalah tentang ”Manajemen Pariwisata”.
1.2 Permasalahan
            Masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:
a.       Apa yang dimaksud dengan manajemen pariwisata?
b.      Bagaimana konsep dari manajemen pariwisata?
c.       Bagaimana upaya untuk mengembangkan pariwisata?

1.3 Tujuan
            Dengan adanya makalah ini maka diharapkan pembaca dapat:
a.       Mengerti maksud dari manajemen pariwisata.
b.      Memahami konsep dari manajemen pariwisata.
c.       Mengetahui upaya untuk mengembangkan pariwisata.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Manajemen Pariwisata
Menurut definisi yang luas pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Suatu perjalanan dianggap sebagai perjalanan wisata bila memenuhi tiga persyaratan yang diperlukan, yaitu : (dikutip dari Ekonomi Pariwisata, hal 21)

    Harus bersifat sementara
    Harus bersifat sukarela (voluntary) dalam arti tidak terjadi karena dipaksa
    Tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan upah ataupun bayaran

Dalam kesimpulannya pariwisata adalah keseluruhan fenomena (gejala) dan hubungan-hubungan yang ditimbulkan oleh perjalanan dan persinggahan manusia di luar tempat tinggalnya. Dengan maksud bukan untuk tinggal menetap dan tidak berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan upah.
Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata (Yoeti, 1997, p.194). Wisata merupakan suatu kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Sedangkan wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata. “Tourism is an integrated system and can be viewed in terms of demand and supply. The demand is made up of domestic and international tourist market. The supply is comprised of transportations, tourist attractions and activities, tourist facilities, services and related infrastructure, and information and promotion. Visitors are defined as tourist and the remainder as same-day visitors”.
Pada garis besarnya, definisi tersebut menunjukkan bahwa kepariwisataan memiliki arti keterpaduan yang di satu sisi diperani oleh faktor permintaan dan faktor ketersediaan. Faktor permintaan terkait oleh permintaan pasar wisatawan domestik dan mancanegara. Sedangkan faktor ketersediaan dipengaruhi oleh transportasi, atraksi wisata dan aktifitasnya, fasilitas-fasilitas, pelayanan dan prasarana terkait serta informasi dan promosi.
Berikut pengertian manajemen menurut beberapa ahli :
1.      Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (By : Drs. Oey Liang Lee )
2.      Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan. (By : James A.F. Stoner)
3.      Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. (By : R. Terry )
4.      Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.(By : Lawrence A. Appley)
5.      Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. (By : Horold Koontz dan Cyril O’donnel )
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pariwisata adalah suatu tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya dalam bidang pariwisata.

2.2  Jenis-jenis Pariwisata
Menurut Pendit (1994), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis pariwisata tersebut adalah sebagai berikut.



1.      Wisata Budaya
Yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Seiring perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan–kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik, dan seni suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.
2.      Wisata Maritim atau Bahari
Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olah raga di air, lebih–lebih di danau, pantai, teluk, atau laut seperti memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan pemotretan, kompetisi berselancar, balapan mendayung, melihat–lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi perairan yang banyak dilakukan didaerah–daerah atau negara–negara maritim, di Laut Karibia, Hawaii, Tahiti, Fiji dan sebagainya.
3.      Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi)
Untuk jenis wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha–usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang–undang.
4.      Wisata Konvensi
Yang dekat dengan wisata jenis politik adalah apa yang dinamakan wisata konvensi. Berbagai negara pada dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan–ruangan tempat bersidang bagi para peserta suatu konfrensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional.
5.      Wisata Pertanian (Agrowisata)
Sebagai halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi.           
6.      Wisata Buru
Jenis ini banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen atau biro perjalanan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, seperti berbagai negeri di Afrika untuk berburu gajah, singa, ziraf, dan sebagainya.
7.      Wisata Ziarah
Jenis wisata ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat–tempat suci, ke makam–makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukit atau gunung yang dianggap keramat, tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh legenda.
             
2.3  Tipologi Wisatawan
Menurut Plog (1972) dan Pitana (2005), menjelaskan konsep sosiologi tentang wisatawan menjadi sangat penting, kemudian Plog mengelompokkan tipologi wisatawan sebagai berikut:
1.      Allocentris, yaitu wisatawan hanya ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum diketahui, bersifat petualangan, dan mau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh masyarakat local.
2.      Psycocentris, yaitu wisatawan yang hanya ingin mengunjungi daerah tujuan wisata sudah mempunyai fasilitas dengan standar yang sama dengan di negaranya.
3.      Mid-Centris, yaitu terletak diantara tipologi Allocentris dan Psycocentris
             Menurut Pitana (2005), tipologi wisatawan perlu diketahui untuk tujuan perencanaan, termasuk dalam pengembangan kepariwisataan, tipologi yang lebih sesuai adalah tipologi berdasarkan atas kebutuhan riil wisatawan sehingga pengelola dalam melakukan pengembangan objek wisata sesuai dengan segmentasi wisatawan.
2.4  Ekologi Pariwisata
Ekologi pariwisata adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antar unsur hayati yang dapat dibudidayakan dan nonhayati yang dapat dikelola untuk kegiatan pariwisata tanpa harus menyimpang dari tata alam yang ada (Pencagaran). Alam dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata dengan menerapkan asas pencagaran sebagai berikut:
1.      Benefisiasi; kegiatan kerja meningkatkan manfaat tata lingkungan dengan teknologi tepatguna, sehingga yang semula tidak bernilai yang menguntungkan, menjadi meningkat nilainya secara sosial, ekonomi, dan budaya.
2.      Optimalisasi; usaha mencapai manfaat seoptimal mungkin dengan mencegah kemungkinan terbuangnya salah satu unsur sumberdaya alam dan sekaligus meningkatkan mutunya.
3.      Alokasi; suatu usaha yang berkaitan dengan kebijakan pembangunan dalam menentukan peringkat untuk mengusahakan suatu tata lingkungan sesuai dengan fungsinya, tanpa mengganggu atau merusak tata alamnya.
4.      Reklamasi; memanfaatkan kembali bekas atau sisa suatu kegiatan kerja yang sudah ditinggalkan untuk dimanfaatkan kembali bagi kesejahteraan hidup manusia.
5.      Substitusi; suatu usaha mengganti atau mengubah tata lingkungan yang sudah menyusut atau pudar keualitasnya dan kuantitasnya, dengan sesuatu yang sama sekali baru sebagai tiruannya atau lainnya dengan mengacu pada tata lingkungannya
6.      Restorasi;mengembalikan fungsi dan kemampuan tata lingkungan alam atau budayanya yang sudah rusak atau terbengkalai, agar kembali bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
7.      Integrasi; pemanfaatan tata lingkungan secara terpadu hingga satu dengan yang lainnya saling menunjang, setidaknya antara perilaku budaya manusia dengan unsur lingkungannya baik bentukan alam, ataupun hasil binaannya.
8.      Preservasi; suatu usaha mempertahankan atau mengawetkan runtunan alami yang ada, sesuai dengan hukum alam yang berlaku hingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

2.5  Jaringan Kegiatan Pariwisata
            Kegiatan pariwisata pada dasarnya dapat dipadu dalam satu jaringan kegiatan kerja yang diawali oleh adanya kegiatan manusia yang melakukan perjalanan di darat, di laut dan di udara. Kegiatan wisatawan dalam mengunjungi objek wisata (Alam, budaya maupun minat khusus) pada daerah tujuan wisata dipengaruhi oleh adanya promosi wisata, kemudahan transportasi, restorasi, akomodasi serta pelayanan pemandu wisata.

2.6  Kajian Manajemen Pariwisata
Untuk dapat menghubungkan antara konsep manajemen dan pariwisata terlebih dahulu akan dijelaskan konsep-konsep sebagai berikut:
(1)       Aspek Penawaran Pariwisata
Menurut Medlik 1980 dalam Ariyanto 2005, ada empat aspek (4A) yang harus diperhatikan dalam penawaran pariwisata. Aspek-aspek adalah:
a)      Attraction (daya tarik), dimana daerah tujuan wisata dalam menarik wisatawan hendaknya memiliki daya tarik baik daya tarik berupa alam maupun masyarakat dan budayanya .
b)      Accesable (bisa dicapai), hal ini dimaksudkan agar wisata domestik dan mancanegara dapat dengan mudah dalam pencapaian tujuan ke tempat wisata
c)      Fasilitas (Amenities), syarat yang ketiga ini memang menjadi salah satu syarat Daerah Tujuan Wisata (DTW) dimana wisatawan dapat dengan kerasan tinggal lebih lama di Daerah tersebut.
d)      Adanya Lembaga Pariwisata (Ancillary). Wisatawan akan semakin sering mengunjungi dan mencari DTW (Daerah Tujuan Wisata) apabila di daerah tersebut wisatawan dapat merasakan keamanan, (Protection of Tourism) dan terlindungi baik melaporkan maupun mengajukan suatu kritik dan saran mengenai keberadaan mereka selaku pengunjung / Orang bepergian.

(2)       Aspek Permintaan Pariwisata
Lebih lanjut Menurut Medlik 1980 dalam Ariyanto 2005, menjelaskan ada tiga pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan permintaan pariwisata, tiga pendekatan tersebut adalah sebagai berikut:
a)      Pendekatan ekonomi, pendapat para ekonom mengatakan dimana permintaan pariwisata menggunakan pendekatan elastisitas permintaan/pendapatan dalam menggambarkan hubungan antara permintaan dengan tingkat harap ataukah permintaan dengan variable lainnya.
b)      Pendekatan geografi, sedangkan para ahli geografi berpendapat bahwa untuk menafsirkan permintaan harus berpikir lebih luas dari sekedar penaruh harga, sebagai penentu permintaan karena termasuk yang telah melakukan perjalanan maupun yang karena suatu hal belum mampu melakukan wisata karena suatu alasan tertentu.
c)      Pendekatan psikologi, para ahli psikologi berpikir lebih dalam melihat permintaan pariwisata, termasuk interaksi antara kepribadian calon wisatawan, lingkungan dan dorongan dari dalam jiwanya untuk melakukan kepariwisataan.

(3)       Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pariwisata
Menurut Medlik 1980 dalam Ariyanto 2005, faktor-faktor utama dan faktor lain yang mempengaruhi permintaan pariwisata dapat dijelaskan sebagai berikut,
a)      Harga, harga yang tinggi pada suatu daerah tujuan wisata maka akan memberikan imbas/timbal balik pada wisatawan yang akan bepergian/calon wisata, sehingga permintaan wisatapun akan berkurang begitupula sebaliknya.
b)      Pendapatan, apabila pendapatan suatu negara tinggi maka kecendrungan untuk memilih daerah tujuan wisata sebagai tempat berlibur akan semakin tinggi dan bisa jadi mereka membuat sebuah usaha pada DTW jika dianggap menguntungkan.
c)      Sosial Budaya, dengan adanya sosial budaya yang unik dan bercirikan atau dengan kata lain berbeda dari apa yang ada di negara calon wisata berasal maka, peningkatan permintaan terhadap wisata akan tinggi hal ini akan membuat sebuah keingintahuan dan penggalian pengetahuan sebagai khasanah kekayaan pola pikir budaya mereka.
d)      Sospol (Sosial Politik), dampak sosial politik belum terlihat apabila keadaan DTW dalam situasi aman dan tenteram, tetapi apabila hal tersebut berseberangan dengan kenyataan, maka Sospol akan sangat terasa dampak/pengaruhnya dalam terjadinya permintaan.
e)      Intensitas Keluarga, banyak/sedikitnya keluarga juga berperan serta dalam permintaan wisata hal ini dapat diratifikasi bahwa jumlah keluarga yang banyak maka keinginan untuk berlibur dari salah satu keluarga tersebut akan semakin besar, hal ini dapat dilihat dari kepentingan wisata itu sendiri.
f)        Harga barang Substitusi, disamping kelima aspek diatas, harga barang pengganti juga termasuk dalam aspek permintaan, dimana barang-barang pengganti dimisalkan sebagai pengganti DTW yang dijadikan cadangan dalam berwisata seperti : Bali sebagai tujuan Wisata utama di Indonesia, akibat suatu dan lain hal Bali tidak dapat memberikan kemampuan dalam memenuhi syarat-syarat DTW sehingga secara tidak langsung wisatawan akan mengubah tujuannya kedaerah terdekat seperti Malaysia (Kuala Lumpur dan Singapura).
g)      Harga barang Komplementer, merupakan sebuah barang yang saling membantu atau dengan kata lain barang komplementer adalah barang yang saling melengkapi, dimana apabila dikaitkan dengan pariwisata barang komplementer ini sebagai obyek wisata yang saling melengkapi dengan Obyek Wisata lainnya.

2.7  Pengembangan Pariwisata
Suatu obyek pariwisata harus memenuhi tiga kriteria agar obyek tersebut diminati pengunjung, yaitu :
a.       Something to see adalah obyek wisata tersebut harus mempunyai sesuatu yang bisa di lihat atau di jadikan tontonan oleh pengunjung wisata. Dengan kata lain obyek tersebut harus mempunyai daya tarik khusus yang mampu untuk menyedot minat dari wisatawan untuk berkunjung di obyek tersebut.
b.      Something to do adalah agar wisatawan yang melakukan pariwisata di sana bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk memberikan perasaan senang, bahagia, relax berupa fasilitas rekreasi baik itu arena bermain ataupun tempat makan, terutama makanan khas dari tempat tersebut sehingga mampu membuat wisatawan lebih betah untuk tinggal di sana.
c.       Something to buy adalah fasilitas untuk wisatawan berbelanja yang pada umumnya adalah ciri khas atau icon dari daerah tersebut, sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. (Yoeti, 1985, p.164).
Dalam pengembangan pariwisata perlu ditingkatkan langkah-langkah yang terarah dan terpadu terutama mengenai pendidikan tenaga-tenaga kerja dan perencanaan pengembangan fisik. Kedua hal tersebut hendaknya saling terkait sehingga pengembangan tersebut menjadi realistis dan proporsional.
Agar suatu obyek wisata dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang menarik, maka faktor yang sangat menunjang adalah kelengkapan dari sarana dan prasarana obyek wisata tersebut. Karena sarana dan prasarana juga sangat diperlukan untuk mendukung dari pengembangan obyek wisata. Menurut Yoeti dalam bukunya Pengantar Ilmu Pariwisata (1985, p.181), mengatakan : “Prasarana kepariwisataan adalah semua fasilitas yang memungkinkan agar sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang sehingga dapat memberikan pelayanan untuk memuaskan kebutuhan wisatawan yang beraneka ragam”. Prasarana tersebut antara lain :
a.       Perhubungan : jalan raya, rel kereta api, pelabuhan udara dan laut, terminal.
b.      Instalasi pembangkit listrik dan instalasi air bersih.
c.       Sistem telekomunikasi, baik itu telepon, telegraf, radio, televise, kantor pos
d.      Pelayanan kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit.
e.       Pelayanan keamanan baik itu pos satpam penjaga obyek wisata maupun pos-pos polisi untuk menjaga keamanan di sekitar obyek wisata.
f.        Pelayanan wistawan baik itu berupa pusat informasi ataupun kantor pemandu wisata.
g.       Pom bensin
h.       Dan lain-lain. Sarana kepariwisataan adalah perusahaan-perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung dan hidup serta kehidupannya tergantung pada kedatangan wisatawan. Sarana kepariwisataan tersebut adalah :
v     Perusahaan akomodasi : hotel, losmen, bungalow.
v     Perusahaan transportasi : pengangkutan udara, laut atau kereta api dan bus-bus yang melayani khusus pariwisata saja.
v     Rumah makan, restaurant, depot atau warung-warung yang berada di sekitar obyek wisata dan memang mencari mata pencaharian berdasarkan pengunjung dari obyek wisata tersebut.
v     Toko-toko penjual cinderamata khas dari obyek wisata tersebut yang notabene mendapat penghasilan hanya dari penjualan barang-barang cinderamata khas obyek tersebut.




BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
a.       Manajemen Pariwisata adalah suatu tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya dalam bidang pariwisata.
b.      Konsep Manajemen pariwisata terdiri dari dua konsep, yaitu konsep penawaran pariwisata dan konsep permintaan pariwisata, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam masyarakat.
c.       Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pariwisata adalah dengan meningkatkan sarana dan prasarana di tempat wisata tersebut.

3.2 Saran
            Berdasarkan pembahasan di atas maka penulis menyarankan baik kepada masyarakat pada umumnya, pemerintah daerah yang khususnya mengelola pariwisata maupun bagi para pelajar sebagai generasi penerus daerah untuk senantiasa menjaga kelestarian alam, sehingga alam selalu terjaga dan pariwisata dalam terus berkembang.
            Sebagai pelajar kita semua juga sudah selayaknya membantu segala upaya-upaya yang dapat mendukung berkembangnya pariwisata di daerah kita masing-masing.



DAFTAR PUSTAKA

Ariyanto, 2005. Ekonomi Pariwisata Jakarta: Pada http://www.geocities.com/ariyantoeks79/home.htm

http://bahankuliah.blogsome.com/category/pariwisata/

http://www.budpar.go.id/page.php?ic=541&id=150

http://skripsimudah.blogdetik.com/2009/01/20/atribut-produk-wisata-sebagai-faktor-kepuasan-wisatawan-guna-meningkatkan-wisatawan-pada-tempat-wisata-taman-x/

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/pengantar-industri-pariwisata-definisi.html

Pendit, I Nyoman, S. 1999. Ilmu Pariwisata, Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: PT Pradnya Paramita, cetakan ke-enam (edisi revisi